Friday, May 18, 2012

PIMNAS, Is It Impossible ?

Tahun ini insyaallah menjadi tahun terakhir di bangku kuliah (Amiinn..). Sebagai mahasiswa yang jarang mengikuti kegiatan keorganisasian dan perlombaan, maka pada awal tahun ke - 4 kuliah kemarin saya bertekad untuk mengikuti paling tidak satu perlombaan. Alasannya sederhana saja, ingin dapat pengalaman. Kebetulan ada proker dari salah satu organisasi yang saya ikuti yang dapat dijadikan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), salah satu lomba yang diselenggarakan oleh DIKTI. Dengan waktu pengumpulan yang mepet, saya bersama beberapa orang yang terlibat di proker ini berencana untuk mendaftarkan proposal ini kepada DIKTI sebagai PKM Kewirausahaan.

Persiapan seadanya, niat coba-coba dan tidak berharap untuk berhasil lulus didanai, akhirnya dalam waktu yang kurang dari seminggu akhirnya proposal pun jadi. Sekitar bulan Oktober 2011 proposal PKM ini pun diajukan ke DIKTI bersama dengan sekitar 500 proposal lainnya dari UI. Proposal yang kami ajukan merupakan jasa penyediaan hosting dan domain yang diberi nama UBIHoster. Kata UBI merupakan singkatan dari Ukhuwah BIsnis, diambil dari nama salah satu departemen di FUKI (Forum Ukhuwah dan Kajian Islam) yaitu Departemen Ukhuwah. 
Sekitar pertengahan Januari, daftar proposal PKM yang didanai diumumkan. Ada 96 proposal dari UI yang berhasil didanai. Untuk FASILKOM terdapat 12 proposal (kalo ga salah :D) dan salah satunya adalah UBIHoster dengan dana kedua terbanyak (8jt). Gak nyangka sekaligus senang juga. Proposal yang cuma dibikin beberapa hari dan yakin tidak akan diterima ternyata didanai oleh DIKTI. Dengan hasil ini berarti kami harus mulai menjalankan usaha ini.

Permasalahan mulai bermunculan ketika memulai menjalankan UBIHoster. Salah satu anggota sudah diwisuda karena sudah angkatan atas dan lulus 3.5 tahun. Perbedaan angkatan, jurusan dan kesibukan membuat sudah mengatur waktu untuk melakukan koordinasi. Hasilnya komitmen para anggota pun mulai goyah sehingga ada anggota yang mengundurkan diri. Alhasil pelaksanaan PKM tidak berjalan sebagaimana yang diajukan di proposal. 

Dengan waktu 4 bulan sebelum Monev (monitoring dan evaluasi) dari DIKTI, tidak dapat dimaksimalkan dengan baik. Selain itu, pendanaan baru turun pada bulan ketiga sehingga harus ditalangi dulu. Pada tanggal 14 Mei kemarin akhirnya menjadi saat dimana UBIHoster melakukan presentasi di depan pe-monev dari DIKTI. Dapat dibayangkan, dengan pelaksanaan yang tidak maksimal dan target profit yang hanya 50% tercapai apakah mungkin bagi UBIHoster untuk bersaing dengan tim lain yang kebanyakan sudah 90% terlaksana. Tahun lalu hanya 1 tim dari UI yang berhasil masuk PIMNAS.

Tahun ini ?

Kita tunggu saja...

#ketika pengajuan proposal tidak berharap lolos malah lolos, apakah PIMNAS ini berarti tidak lolos karena terbersit sedikit harapan untuk untuk lolos?

Tuesday, May 15, 2012

Ketika Berbuat Salah

Alam takambang jadi guru.

Salah satu pepatah Minang yang sering dijadikan pedoman hidup. Singkatnya, pepatah ini mengajarkan bahwa segala sesuatu yang ada di alam dapat diambil pelajaran daripadanya. Mulai dari tingkah laku binatang, tumbuhan dan tentu saja manusia. Manusia dikaruniai akal sehingga dapat mengambil pelajaran dari apa saja yang terdapat di lingkungannya. Dan juga diberi hati nurani sehingga ia akan dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dari apa saja yang telah dipelajarinya.

Namun, seringkali walaupun hati nurani menolak tetapi kita tetap melakukannya. 

Kenapa ? 

Banyak alasan yang kita dilontarkan ketika ada yang mempertanyakan tindakan kita yang memang salah. Kita tidak mau disalahkan walaupun itu memang salah.

Thursday, December 15, 2011

Random Pictures

Beberapa gambar yang diambil pada suatu sore saat perjalanan pulang menuju kosan dan kebetulan lewat  Kober - biasanya lewat Barel ..

Pohon karet di depan Stasiun UI

Rumputnya hijau banget... Bikin seger mata


Salah satu pot bunga gantung di pagar Stasiun UI





Thursday, December 1, 2011

Prasangka

Beberapa bulan yang lalu, saya tiba-tiba dihubungi oleh salah seorang kenalan. Walaupun saya sudah lama mengenal orang ini, tapi hanya sekedar tahu wajah, nama dan saling sapa kalau papasan di jalan. Pada suatu ketika, saat berpapasan saya dan dia saling tukar nomor telepon. Beberapa minggu setelah pertukaran nomor tersebut saya dihubungi melalui sms. Awalnya dia menanyakan apakah saya sedang sibuk atau tidak, dan mengajak untuk ketemuan. Saya merasa aneh dengan komunikasi intens yang tiba-tiba dilakukannya, mengingat sebelumnya kami tidak akrab dan bahkan belum pernah sms-an. Beberapa kali diajak untuk ketemuan, tapi tidak bisa karena jadwal kuliah dan sebagainya. Yang membuat saya bertanya-tanya adalah ketika saya menanyakan tujuan dari pertemuan tersebut, dia hanya menjawab "lihat saja nanti" dan tidak memberikan jawaban yang jelas. Saya pun semakin penasaran dan membuat asumsi-asumsi. 

Pada saat itu, sedang maraknya berita mengenai NII (Negara Islam Indonesia). Di kampus juga banyak cerita-cerita yang mengatakan bahwa ada beberapa mahasiswa yang berhasil direkrut menjadi jamaah NII. Hampir setiap hari saya mendapatkan berita mengenai NII baik melalui televisi, internet maupun teman. Salah satu cerita yang saya dapatkan adalah pertemuan banyak dilakukan di mal, komunikasi tiba-tiba intens dengan kenalan lama, tampilan orang yang mengajak necis n rapi. 

Lanjut cerita... kenalan saya tadi selalu mengajak saya untuk ketemuan di mal dan pada jam-jam sore ke atas. Saya pun merasa risih terhadap ajakan-ajakan tersebut. Apalagi banyak kejadian yang hampir sama dengan saya alami, dan mereka ternyata memang diajak untuk ikut jamaah ini. Hal ini membuat saya selalu mencari-cari alasan ketika diajak ketemuan. Saya juga bercerita kepada beberapa orang teman, dan mereka menyarankan saya untuk tidak menemui kenalan tersebut dan mengacuhkan sms-smsnya. Namun, karena merasa tidak enak saya pun akhirnya mau untuk ketemuan di mal. Saya bertekad akan mengiyakan semua katanya, tidak akan terpengaruh dan ini adalah pertemuan terakhir. 

Singkat cerita, kami ketemuan di mal. Makan-makan sambil cerita-cerita ringan. Setelah itu, dia mulai bercerita mengenai bahwa mencapai tujuan hidup itu penting dan kita butuh uang untuk itu. Dia juga mengeluarkan sebuah buku yang rasa-rasanya saya pernah lihat. Itu adalah starter pack untuk presentasi suatu MLM. AHHHH.... Ternyata saya berPRASANGKA buruk. Kenalan ini hanya ingin mengajak saya untuk menjadi member MLM (Multi Level Marketing) bukan NII. Wufftt.... 

Malam itu saya pulang ke kosan sambil tersenyum ketika mengingat kejadian di mal tadi. Sesampai di kosan teman-teman kosan tertawa terpingkal-pingkal mendengar cerita saya. Sampai saat ini, kenalan saya tersebut belum tahu mengenai prasangka buruk ini. Maaf ya...ga maksud..apa daya...tindakanmu membuat daku berprasangka yang tidak-tidak. 

Saturday, November 12, 2011

Sejarah 2 x 11 Enam Lingkung

Menyambung tulisan saya sebelumnya, kebetulan pas pulang kampung lebaran saya menemukan jawaban untuk judul di atas. Waktu itu saya gak sengaja diajak sama kakak buat ikut acara IKEL (Ikatan Keluarga Enam Lingkung) Kota Padang. Acara ini juga dihadiri oleh wakil gubernur Sumbar sekarang (dulunya bupati Padang Pariaman yang orang Pakandangan juga- salah satu desa di kecamatan ini). Karena perkumpulan ini baru terbentuk, maka saat itu dibagikan buku panduan yang isi mulai dari struktur organisasi, anggota, sampai sejarah dari nama 2 x 11 Enam Lingkung. Walaupun nama perkumpulannya cuma kec. Enam Lingkung tapi yang ikut adalah dari kec. 2x11 Enam Lingkung yang lama.

2 --> daerah hilia n mudiak
11 --> jumlah suku yang ada
2 x 11--> di masing daerah hilia terdapat 11 suku dan mudiak juga 11 suku yang sama
6 Lingkung --> terdapat 6 nagari

Kurang lebih penjelasannya seperti di atas. Udah 3 bulan habis lebaran jadi yang ingat tinggal segitu :D
Sekedar berbagi cerita, semoga bermanfaat n menambah wawasan anda :D